Penanganan Abrasi Pantai Tumpaan Kakas Bakal Dipercepat

 

Pj.bupati Minahasa Jemmy Kumendong di dampingi kepala BWSS I Sugeng Harianto sa

Minahasa,MS –– Abrasi yang terjadi di pantai desa Tumpaan kecamatan Kakas mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten Minahasa.
Penjabat bupati Minahasa Jemmy Kumendong pada sabtu (27/4/2024) meninjau langsung lokasi abrasi.

Pj.bupati saat di temui manadosulut.com di lokasi mengatakan bahwa kegiatan ini adalah tindak lanjut dari pemerintah kabupaten setelah sebelumnya telah mengirimkan proposal permohonan penanganan ke kementerian PUPR.

“Karena kewenangan untuk penanganan abrasi pantai ini ada di pemerintah pusat kami (pemkab) sudah mengirimkan proposal ke kementrian ,jadi kunjungan ini sebagai tindak lanjut untuk penanganan bencana ini”

Baca juga:  Buka Forum RPJPD,Begini Pesan Sualang

Senada, kepala balai wilayah sungai sulawesi I (BWSS I), Sugeng Harianto mengungkapkan bahwa sebelumnya telah menerima proposal permohonan bantuan penanganan.
“Kami sudah mendapat informasi dan laporan sekaligus proposal permohonan penanganan dari pemerintah setempat . Sebenarnya untuk penanganan abrasi di desa Tumpaan ini sudah masuk program reguler kami atau renstra (rencana strategis) 2025-2029 tapi kami mulai dari tahap pengukuran dan desain” ujarnya.

Dirinya pun mengakui jika penanganan abrasi pantai Tumpaan ini akan dipercepat terlebih ada dorongan dari komisi V DPR RI

“Adanya dorongan dari komisi V dalam hal ini bapak Djendry Keintjem untuk penanganan abrasi yang sudah membahayakan warga ini akan kami percepat” pungkasnya.

Baca juga:  UAS SDN 100 Manado Terbagi Dua Kelompok

Di ketahui usai kegiatan peninjauan langsung pemkab Minahasa di lokasi yang sama legislator Sulawesi utara Djendry Keintjem menggelar kegiatan reses.

Abrasi pantai Tumpaan yang terjadi beberapa waktu lalu merupakan bencana dengan siklus 6 tahunan dan mengancam pemukiman warga.Tak kurang dari 650 meter panjang yang garis pantai yang tergerus dan memporak porandakan tanggul yang di buat oleh pemerinrah desa dan warga setempat.

(Jem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *