KAWASAN PANTAI MALALAYANG JADI BAGIAN PARIWISATA NASIONAL

MS MANADO. Kawasan pantai Malalayang sebagai pintu masuk Kota Manado, saat ini sedang digenjot penataan sekitar bibir pantai yang akan dilengkapi sejumlah fasilitas dan sarana prasarana dalam menunjang pariwisata Nasional.

Walikota Manado Andre Angow, bersama Ibu Diana, Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR turun memantau langsung progres pengerjaan Penataan Kawasan Pantai Malalayang (10/11-2021).

Andre Angow, berharap segera selesai pekerjaan penataan pantai Malalayang sehingga dapat dikelolah untuk kepentingan masyarakat Kota Manado. Nantinya Pemerintah Kota Manado akan atur terkait pemanfaatan berusaha oleh masyarakat sekitar. Harapan kedepan kawasan ini menjadi fasilitas pariwisata dan tempat rekreasi warga Kota Manado.

Baca juga:  Hadiri Hut Ke 66 GMIM Getsemani Sakobar,Walikota AA Ajak Masyarakat Membantu Program Pemerintah.

Dijelaskan Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sulawesi Utara Ir. Komang Raka Maharthana, MAP. Penataan Kawasan Pantai Malalayang dan Bunaken Vilage adalah bagian dari pariwisata Nasional.

Pekerjaan ada didua sisi ; Pantai Malalayang sebesar 75 % dan di Pulau Bunaken 25 % bersumber dari dana APBN Rp. 94,2 Miliar. Setelah selesai pegerjaannya, fasilitas ini akan diserahkan kepada pemerintah Kota Manado dalam pengelolaan dan perawatannya kedepan.

Fasilitas yang akan dibangun baik disisi pantai Malalayang dan P. Bunaken yaitu; Warung apung, Dermaga, Panggung Budaya, Bola Dunia, Toilet, Tower dan penataan lampu taman.

Baca juga:  Vaksinasi Hebat di Mega Mall DiMinati Warga

Kawasan pantai Malalayang akan jadi tempat destinasi baru, tempat berkumpil baru dan menjadi bagian dari Watter Front City Kota Manado bersama kawasan Mega Mas dan sekitarnya.

Apabila kedepan dinilai bermanfaat dalam menunjang pariwisata Nasional maka akan menyusul pembangunan lanjutan. Ada banyak pekerjaan, diantaranya penataan sungai-sungai di teluk Manado dengan berkolaborasi bersama BWS-I, terutama penanganan sampah agar tidak mengotori teluk Manado. Tutup Maharthana, (jansen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *