BKSAUA Manado Gelar Pencanangan Kota Bersih & Sehat di TPA Sumompo

MANADO,MS- Manado paling terkenal daerah paling teloransi antar umat beragama di seluruh Indonesia sehingga Presidium Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado mengelar kegiatan Pencanangan Manado kota yang bersih dan sehat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo, Kamis (23/9/2021) sore.

Kegiatan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama dan Kegiatan diakhiri penyerahan bantuan sembako kepada para pemulung di TPA Sumompo.

Semua pemimpin umat beragama masing – masing membawakan doa kepada Tuhan agar Pemkot & Daerah manado sehingga dijauhkan dari segala macam bala petaka serta dilindugi oleh Tuhan yang maha esa.

dr Richard Sualang atas nama pemerintah kota memberi pujian kepada Presidium BKSAUA Manado yang komitmen mendukung program dari Pemkot Manado yang bersenergi dalam menjalankan program pembangunan di Kota Manado.

Baca juga:  GPDI PERINGATI 100 TAHUN PENGINJILAN

Sualang berpesan agar FKUB Kota Manado dapat menjaga toleransi dan kerukunan antara Umat beragama masyarakat dihimbau agar masyarakat tidak mudah di pengaruhi

Sementara itu Ketua FKUB Kota Manado Pdt. Judi Tunari, mengatakan Pemimpin agama berada di garda terdepan untuk Manado yang bersih dan sehat. Masyarakat jaga kebersihan, jaga kerukunan dan kedamaian. Pekerjaan luar biasa ini disambut sukacita,

Selanjutnya Kedepan, Pdt. Tunari, setiap dua minggu sekali BKSAUA akan turun ke kecamatan-kecamatan melaksanakan kegiatan kerja bakti sekaligus menyosialisasikan program Manado bersih dan sehat kepada masyarakat.

“Bersih dan sehat harus menjadi budaya untuk kebaikan kita bersama,” Jelas Tunari

Wakil Walikota Richard Sualang atas nama pemerintah kota memberi apresiasi kepada Presidium BKSAUA Manado.

Baca juga:  Pemkot Manado Gelar Jumpa Pers,ini yang disampaikan AA-RS

“Kegiatan bukan sekedar seremonial tapi juga komitmen seluruh tokoh dan umat beragama mendukung dan bersinergi dalam menjalankan program pembangunan di Kota Manado,” ungkap Sualang.

Sualang mengingatkan kembali soal toleransi dan kerukunan sebagai modal utama pembangunan.

“Kalau kondisi tidak kondusif, tidak tentram dan tidak aman, tentu pemerintah tidak bisa membangun dan menjalankan program pembangunan,” jelas Sualang.

Kegiatan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama, turut dihadiri Sekkot Micler Lakat dan sejumlah pejabat SKPD.

Turut dihadiri Sekkot Micler Lakat dan sejumlah pejabat SKPD dan Seluruh anggota Presidium BKSAUA dari agama Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, Budha dan Konghucu.

(Eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *