Jalan Di Desa Kuwil Sering Terjadi Kecelakaan, Ini Penyebabnya

 

MINUT MS, – Ketua Gerakam Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Wilter Sulut, Howard H Marius memberikan mandat kepada Sekertaris Distrik (Sekdis) Minut Melki Mawengkeng turun langsung kelokasi pekerjaan memonitoring keluhan masyarakat terkait pengangkutan tanah oleh PT SKMP.

Ibu Silia Warga Desa Kuwil Jaga Satu membeberkan kecelakaan yang di alaminya akibat tumpahan tanah yang telah menutupi aspal, sehingga terjadilah kecelakaan.

“Torang kasiang nyanda mo menghambat program pemerintah tapi cuma mo minta pa perusahaan untuk perhatikan itu jalan sudah Jo kita mar kita pe anak dua kalau jadi apa-apa,” ujarnya.

Menurut Ibu Silia, Memang sudah beberapa kali jalan yang telah tertutup tanah memakan korban kecelakaan lalulintas, terakhir hari ini Rabu (7/7/21). “Saya dan anak menjadi korbannya” kata dia.

“Sebenarnya dari pihak anak perusahaan PT WIKA so datang tadi mar serta Kita telfon-telfon nda ada respon sama ada respon lagi,” tukasnya.

Baca juga:  PERSIAPKAN TRANSISI DARI PANDEMI KE ENDEMI COVID -19

Diketahui, pengangkutan tanah dengan menggunakan armada dumtruck sering kali tumpah dijalan. Tumpahan tanah inilah yang menjadi pengeluhan masyarakat sebab saat musim panas dapat menjadi debu dan mengancam kesehatan seperti ISPA sedangkan ketika musim hujan tanah berubah jadi lumpur dapat membahayakan pengguna jalan yang akan melintas.

Mewakili tokoh-tokoh masyarakat Desa Kuwiil, Berty Dondokambey sangat berharap kepada pihak perusahaan agar dapat membersihkan tumpahan tanah dijalanan.

“Kami tidak menghambat pekerjaan karena dengan adanya proyek ini sangat membantu masyarakat sebab dengan adanya ini lapangan pekerjaan terbuka namun keselamatan para pengguna jalan juga harus dijaga jangan sampai ada lagi korban,” ujarnya.

Dondokambey mengungkapkan soal tumpahan tanah kejalanan sudah pernah menyambangi anak perusahaan PT WIKA untuk segera dibersihkan. Kata dia, hal ini telah di beritahukan ke Pemerintah Desa (Pemdes) Kuwil dalam hal ini hukum Tua.

“Hukum tua telah mengambil sikap dengan memberhentikan sementara pekerjaan karena tadi juga telah terjadi dikecelakan. Jika, tetap masih melakukan pekerjaan kami masyarakat akan memblokade secara langsung karena kami tidak ingin ada lagi korban,” tambahnya.

Baca juga:  Inilah Segudang Prestasi Diraih Di Tahun 2021 Pemerintahan Sumendap - Legi

Sementara, Ketua GMBI Wilter Sulut, melalui Sekdis Minut Melky Mawengkeng yang turun ke lokasi mendesak agar perusahaan menyikapi dengan benar.

“Jika terus begini akan lebih banyak korban lagi. Saya dengan tegas meminta pihak perusahaan untuk lebih fleksibel akan hal ini. Jangan saat ada yang mengalami kecelakaan baru disikapi,” tegas Mawengkeng.

Mawengkeng juga mengatakan hal ini sudah pernah diposting dimedia sosial (Facebook) oleh masyarakat yang menjadi korban kecelakaan.

“Jadi sekali lagi kami atas nama GMBI Wilter Sulut meminta dengan tegas untuk memperhatikan juga keselamatan masyarakat. Kami mendukung program pemerintah terkait pembangunan ini namun jangan lupakan standarisasi dan SOP pekerjaan,” pungkas Mawengkeng.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *