Kalalo : RS ODSK Menyiapkan 250 Tenaga Medis & 40 Dokter Pelayanan Terus Ditingkatkan

 

Manado,MS – Soft Opening Rumah Sakit Daerah Provinsi Sulawesi Utara ini ODSK telah dilakukan oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat ini RS ODSJK baru membuka layanan bagi masyarakat secara sebatas pelayanan IGD (Instalasi Gawat Darurat) serta Poliklinik-poliklinik yang ada hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara didampinggi Dirut RSD Provinsi Sulut ODSK dr Greity Ingrid Giroth usai Soft Opening Rabu (09/06/2021)

Pembangunan rumah sakit berada di atas lahan sertifikat HGB No. 352-A 1380531 tahun 1985 dengan luas 38.800 meter persegi

Dijelaskan pembangunan gedung utama/gedung tower sebanyak 12 lantai lengkap dengan helipad yang dipakai sebagai sistem rujukan dengan menyiapkan 250 tenaga medis dan 40 dokter. Ini akan terus berubah.

Baca juga:  Walikota AA Terima Kunjungan BPJS Tenaga Kerja 

“RS ODSK ini masih menyediakan pelayanan poli Kesehatan Ibu dan Anak kemudian pelayanan Hemodialisa, nanti kedepan sembari peningkatan fasilitas yang ada tentunya pelayanan akan lebih dimaksimalkan”ujar Kalalo

Ditambahkan tenaga medis perlu ditambahkan mengenai ketersediaan tempat tidur bagi pasien di Rumah Sakit Daerah ini adalah sebanyak 376 yang diakumulasi dari keseluruhan ruangan yang tersedia di Rumah Sakit ini.

fasilitas Helipad yang baru tersedia  bagi pasien rujukan antar daerah sebagai antisipasi jika menerima pasien rujukan antar daerah kabupaten/kota yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit ini.

Baca juga:  Apel Perdana, Hari ini Semua Harus Hadir, Tidak Boleh Ada Yang Tidak Hadir

Ditempat yang sama Dirut RSD Provinsi Sulut ODSK dr Greity Ingrid Giroth mengatakan layanan kesehatan di RS Daerah sementara tetap mengoptimalkan tenaga kesehatan yang sudah ada sambil terus akan menambah SDM tentu seiring bertambahnya fasilitas pelayanan dengan alat-alat kesehatan karena Inikan rumah sakit pemerintah bukan swasta.

“Tujuan pembangunan RSUD ODSK Provinsi Sulawesi Utara bukan untuk menciptakan persaingan antar rumah sakit di Bumi Nyiur Melambai, melainkan untuk menjadikan Sulut sebagai pusat pelayanan kesehatan bagi daerah”Kunci Giroth.

(Herman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *