Ikan Nike Terancam Punah,Pemkab Minahasa Keluarkan Larangan Ini

Djekkie Mandey,Kepala bidang Tangkap Dinas Kelautan & Perikanan Minahasa. foto:MS

 

 

Minahasa,MS – Imbas dari makin langkahnya ikan “nike”(wurukus) atau payangka,dinas kelautan dan perikanan kabupaten Minahasa mengeluarkan larangan penangkapan ikan di area danau Tondano dengan menggunakan jaring angkat dan lampu.
Hal ini di pandang perlu guna menjaga populasi ikan di danau Tondano terutama ikan endemik yaitu “wurukus” .
Kepala bidang tangkap dinas kelautan dan perikanan Minahasa Djekie Mandey saat di temui awak media pada kamis (25/2) di Tondano mengatakan hal ini semata-mata demi menjaga populasi ikan endemik yang belakangan makin langka.

Baca juga:  Kantongi Sertifikat Kepemilikan Pemkot Manado Lanjutkan Pembangunan Rusun Tanah Coklat

“Sebenarnya tidak ada larangan untuk penangkapan ikan,silahkan saja nelayan melakukan penangkapan ikan tapi jangan menggunakan jaring angkat dan lampu” ungkapnya.

Penangkapan ikan yang saat ini sudah begitu massive tentunya harus di atur agar ikan wurukus yang hanya ada satu-satunya di danau tondano tidak habis atau punah,
“Ikan warukus sendiri yang kita tahu adalah anakan dari ikan payangka sudah sangat sedikit,hal ini di akibatkan jaring angkat yang di gunakan nelayan bermata kecil secara otomatis ikan payangka yang berukuran kecil akan tertangkap dan tidak sempat lagi berkembang biak,belum lagi luasan satu jaring angkat bisa mencapai 1 are bahkan lebih.”
jelas pria berkaca mata ini.

Baca juga:  Maknai Paskah & Bulan Ramadhan Forward Baksos di Tiga Tempat Ini

Di ketahui sebelum aturan resmi di keluarkan pihak dinas kelautan dan perikanan kabupaten Minahasa telah melakukan berbagai kajian dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan ,kelurahan/desa untuk sosialisasi.

(Jem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *